Mencari Letter of Acceptance ke universitas negara
maju,memang perlu kesabaran, tidak kenal menyerah,
tidak cepat putus asa dengan jawaban yang kurang
menyenangkan, pokoke maju terus pantang mundur sebelum
mendapatkan hasil.
sekedar berbagi pengalaman:
Saya mengirim email ke 25 Profesor di seluruh pelosok
dunia negara maju, ada yg ke amerika, inggris,jepang
bahkan ke Norwegia, Swiss, dll
Dari 25 email, yang dibalas sekitar 7 email, yang
memberikan signal positif hanya 3 atau 5 eamil,
selebihnya balasan penolakan, dan akhirnya saya pilih
satu yang paling intresting or paling positif
jawabannya, saya terus korespodensi ke profesor
tersebut dan alhamdulillah akhirnya dapat Letter of
Acceptance dan dengan modal Letter of Acceptance ini
saya lulus seleksi beasiswa s3
Ada teman saya yang sampai mengirim 300 email baru
dapat Letter of Acceptance, bahkan ada yang sampe
mengirim sekitar 1000 email baru dapat Letter of
Acceptance.
Jadi terus berjuang,...
Berdasarkan pengalaman; Letter of Acceptance memang
banyak jenisnya, sama persis dengan yang telah
disampaikan rekan-rekan yang lain. Namun sepertinya
kalau untuk applay ke PhD student memang Letter of
Acceptance dari profesor dapat digunakan, bahkan
terkadang amat menentukan diterima atau tidaknya kita
Sebaiknya carilah Letter of Acceptance dari profesor
yang sebidang dengan latar belakang ilmu anda,
berdasarkan pengalaman saya hanya profesor yang
benar-benar sebidang dengan ilmu saya yang membalas
email saya.
Dan supaya dapat digunakan untuk mendapat beasiswa,
sebaiknya carilah profesor dari universits yang
terkemuka (lihat daftar peringkat universits top versi
TIME) atau carilah profesor yang mempunyai reputasi
dalam publikasi ilmiah (lihat di website jurnal
terkemuka). Dan jika anda ada teman yang sedang s2
atau s3 di Negara maju, bisa minta tolong dicarikan,
namun biasanya kalau teman tersebut sedang sibuk dan
pusing memikirkan study-nya, biasanya permohonan anda
untuk mendapat bantuan mencari Letter of Acceptance
akan menjadi prioritas yang paling buncit,
he,he,..lumrah dan manusiawi
Semoga bermanfaat
Nazarudin
--- milana pandanwangi <milanapandanwangi@
wrote:
> Hi Indra,
>
> Pengalaman saya dengan Letter of Acceptance dari
> sebuah Universitas di Eropa, isinya tentang bahwa
> saya diterima untuk studi disana, dan mengenai
> informasi dateline pembayaran tution fee. Namun
> ditahun tersebut saya gagal mendapatkan beasiswanya.
> Saya tanya ke coordinator studi di universitas
> tersebut apakah ada beasiswa lain karena saya gagal,
> dia bilang kebetulan saat itu sudah terlambat untuk
> daftar beasiswa lain. Tahun berikutnya saya email ke
> coordinator itu lagi bahwa saya masih minat studi di
> sana, dan menanyakan apakah saya harus mengirimkan
> aplikasi ulang. Dia menjawab dengan email, bahwa
> saya hanya perlu mengirimkan email bahwa saya masih
> berminat, di periode admission berikutnya, dan
> mereka akan mengirimkan Letter of Acceptance untuk
> periode tahun ajaran tersebut. Dari universitas
> tersebut saya menerima Letter of Acceptance lagi,
> tanpa saya harus mengulangi mengirimkan berkas2
> pendaftaran dsb.
>
> Jadi menurut saya Letter of Acceptance yang pernah
> saya terima, berlakunya pada periode tersebut, dan
> jika kita ingin apply lagi, coba saja untuk
> berkorespondensi. Siapa tahu kita tidak perlu
> mengulang untuk mengirimkan aplikasi seperti yang
> saya alami.
>
>
> Salam,
>
> Nana
>
>
>
> Nicholas Mario Wardhana <mario.wardhana@
> wrote:
> Yth Indra,
>
> Syarat Letter of Acceptance, sepanjang pengetahuan
> saya, tidak berarti
> harus sudah diterima. Anggap saja "hampir diterima".
>
> Saya pernah lihat 2 macam Letter of Acceptance. Yang
> satu senior saya
> dapat dari Jepang, satu lagi saya dapat dari
> Belanda, tapi namanya
> Nomination Letter.
>
> Kalau yang pertama, saya ga paham, soalnya dalam
> kanji dan bentuknya
> hard-copy (maksudnya, kalau soft-copy, tinggal
> dimasukin situs yang
> ada fasilitas penerjemahnya macam Babelfish dan
> terjemahan Bahasa
> Inggrisnya bisa dibaca, walaupun kadang semrawut).
> Pengirimnya
> profesor pembimbing senior saya itu, dan barangkali
> isinya adalah
> pernyataan bahwa profesor tersebut mampu
> membimbingnya. Kalau bisa
> dapat surat ini, sudah hampir pasti diterima di
> universitas, tapi
> sebagai research student. Untuk jadi mahasiswa
> master, harus lolos
> ujian masuk dulu. Kalau yang PhD saya tidak tahu.
>
> Yang kedua, saya dapat dari universitas di Belanda
> yang saya apply.
> Surat ini juga tidak berarti bahwa saya sudah
> diterima. Pengirimnya
> koordinator program. Isinya biodata saya, rincian
> program yang saya
> apply, dan semacam referensi dari koordinator dalam
> Bahasa Belanda.
> Surat ini kemudian saya gunakan untuk melamar
> beasiswa.
>
> Saya pernah juga mendaftar ke universitas lain untuk
> program yang
> berbeda, tapi tidak dapat Nomination Letter.
> Barangkali karena essay
> yang saya buat kurang cocok untuk program itu. Dari
> pengalaman ini,
> saya mulai berpikir bahwa dapat Nomination Letter
> berarti maju satu
> langkah.
>
> Mengenai masa berlaku, saya tidak tahu. Anda bisa
> bertanya ke
> universitas yang ingin didaftar maupun pemberi
> beasiswa. Informasi
> mengenai surat ini juga hasil saya mengontak mereka.
>
> Best regards,
>
> Nicholas Mario Wardhana
>
> 2008/2/6 indrajob <indrajob@yahoo.
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > Rekan-rekan,
> >
> > Minta bantuan pencerahan,
> >
> > Beberapa beasiswa mensyaratkan "Letter of
> Acceptance",
> > apakah ini berarti harus diterima dulu di suatu
> program di suatu univ
> > dan selanjutnya beasiswa tinggal membantu mengenai
> hal finansial saja?
> > Dan kalau memang benar demikian, kira2 beberapa
> lama "Letter" itu bisa
> > berlaku.
> >
> > Mohon koreksi kalau saya salah logika.
> >
> > Karena kalau memang bisa, saya mau mencoba
> memperoleh "Letter of
> > Acceptance" suatu program yang saya targeti dan
> mencari pembiayaannya
> > pada waktu yang lain.
> >
> > Apakah mungkin yang telah memperoleh "Letter of
> Acceptance" tapi
> > karena ia tak kunjung memperoleh biaya/beasiswa
> lalu "Letter" itu jadi
> > tak berlaku?
> >
> > Pertanyaan lain yang lebih penting, sebetulnya apa
> isi utama pada
> > Letter of Acceptance itu ya?
> >
> > Sebelumnya maaf kalo pertanyaan saya terasa bodoh.
> (Hiksss..)
> >
> > Thanks,
> > Indra
> >
> >
>
>
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been
> removed]
>
>
____________
Never miss a thing. Make Yahoo your home page.
http://www.yahoo.
Hanya ada di http://www.milisbeasiswa.com/
===============================
CARI KERJA?
Gabung dengan milis vacancy. Kirim email kosong ke vacancy-subscribe@yahoogroups.com.
http://www.groups.yahoo.com/group/vacancy
===============================
INGIN KELUAR DARI MILIS BEASISWA?
Kirim email kosong ke beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___
Tidak ada komentar:
Posting Komentar